Sejak 2018, Kait Nusantara memfasilitasi Warga Binaan Lapas Perempuan di Bandung, Jawa Barat. Kami hadir di saat WBP sedang mempersiapkan tulisan untuk ikut lomba cerpen dan esai yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Ham. Modul menulis yang semula hanya disiapkan untuk empat kali pertemuan, ternyata program menulis ini berlangsung sampai hari ini.
Belajar menulis bukan sekedar melatih menuliskan perasaan, tapi juga mengasah logika, melatih pengamatan pada sekitar, belajar berpikir kritis, dan terakhir mendengarkan dengan baik. Kelas Menulis di Lapas Perempuan pada awalnya ditujukan untuk memberikan ruang penyembuhan diri dan refleksi, karena ada hal yang mungkin sulit dibagi pada orang lain secara lisan, tapi lewat tulisan, rasa itu tersalurkan. Tetapi dalam perkembangannya, Kelas Menulis menjadi salah satu program pembinaan unggulan di Lapas Perempuan Bandung.
Peserta kelas menulis mendapatkan kesempatan untuk membantu tim komunikasi Lapas dalam penyusunan konten di media sosial. Kelas Menulis juga melahirkan majalah digital, e-lamoria, yang bisa diakses setiap dua bulan dan mengelola majalah dinding di area Lapas. Peserta harus menulis dengan tangan, selain karena tidak diperbolehkan oleh aturan menggunakan laptop, menulis dengan tangan juga melatih motorik dan kemampuan kognitif.
Kelas Menulis mengajak WBP untuk bercerita dalam versi mereka sendiri tentang keseharian di Lapas, merefleksikan sebab mereka terpenjara, dan memimpikan masa depan dalam tulisan. Surat untuk anak dan orang tua menjadi tema yang selalu membuat WBP bercucuran air mata, karena di luar jeruji, harapan untuk hidup lebih baik menanti.
Beberapa hasil tulisan WBP dari Kelas Menulis di Lapas akan hadir di Narrative Lab.









